deviant ART

[x]

~antiiiii:iconantiiiii:

Hasianti Deamita Lumbanraja  

  • Status: Member
  • Experimental Photographer
  • Female/Indonesia
  • Offline for 46m 50s
  • Deviant since Jul 16, 2007, 1:58 AM
  • 119 Deviations
  • 238 Deviation Comments
  • 269 Deviant Comments
  • 3,073 Pageviews

UNTITLED

Journal Entry: Fri May 16, 2008, 7:53 AM
One of my fvckin imaginations. Read on peeps:

Jam di dinding berdetik. Tik-tok-tik-tok. Gorden mengayun ke kanan dan ke kiri.
Aku termenung. Aku menunggu dia datang dalam kegelapan. Aku membaca pesan singkatnya. Ia akan tiba pada pukul 10 malam di kamarku yang berukuran 6 x 7 m ini.
Ya kamarku memang luas, apalagi dunia ini. Sangat amat terlalu luas untuk seorang anak kecil sepertiku. Dunia kejam, tapi Ia mencintaiku… katanya.

Orangtuaku entah dimana. Mereka menginjakkan kakinya di negara lain. Entahlah, aku tidak peduli. Yang penting toh harta mereka mengalir begitu saja untukku.

Ia datang. Lampu sudah padam, tapi kutahu Ia pasti melihat tubuhku yang hanya dibalut oleh bra dan celana dalam hitam dibalik kain tipis berwarna putih. Ia menyentuh pipiku dengan pipinya.

Ia mencium leherku dan turun kebawah. Ia membuka pakaian dalamku satu demi satu. Sambil menggosok-gosok tangannya ke tubuhku yang telanjang ini, Ia menaruh tubuhku di atas tempat tidur. Ia meniduri badanku. Ia mulai menggesek-gesekkan alat kelaminnya ke lubang kelaminku. Ia menarik bibirku dengan bibirnya. Lidah kami yang basah bermain dengan nafsunya. Ia memasukkan alat kelaminnya. Kami bercinta di bawah rembulan yang bersinar sangat terang tapi mulai redup karna tertutup awan-awan malam.

Kami melakukannya secara perlahan dan menikmati tiap senti gerakan tubuh kami. Kami tidur dengan pulas. Dengan tubuh kami yang menyatu aku bisa merasakan cinta yang Ia beri…katanya.

Bulan terbenam, matahari terbit. Silaunya mengusik kelopak mataku. Aku terbangun. Tubuhku tidak menyatu padanya. Aku teringat kami tidak menggunakan pengaman. Tidak seperti biasanya. Namun aku juga teringat kami tidak melakukan pemanasan, tidak seperti biasanya.
Aku tersadar. Dia menipuku! LAKI-LAKI BRENGSEK! BANGSAT KURANG AJAR!, makiku dalam hati. Ia yang mengambil keperawananku, tubuhku, bibirku, lidahku, hatiku dan juga cintaku…

Aku mengenakan bajuku. Aku termenung di depan kaca memandang wajah dan tubuhku. Lalu aku merasa hina, jijik, kotor. Laki-laki memang brengsek! Ya, aku teringat dia mengucapkan selamat tinggal. TAI SEMUANYA TAI!, makiku.
Aku menghabiskan hari itu di sebuah club. Ya, aku memang termasuk dalam kehidupan nightlife. Aku bergaul dengan bebas. So what?! Tidak ada yang care denganku ini kan?

Ruangan penuh dengan asap rokok. Semua yang hidup menggerakan tubuhnya mengikuti musik. Musik keras berdetak, begitu pula jantungku. Aku yang sedang menghisap rokok, tersenyum nakal melihat seorang perempuan yang akhir-akhir ini mengisi hariku. Mungkinkah dia juga mengisi hatiku?

Sebut saja namanya Ina walau lebih pantas ditambah ‘B’ dan ‘L’ pada awal dan akhir namanya karena kelakuannya memang begitu. Ina yang menopang tubuhku pada waktu aku mabuk setelah kepergian laki-laki brengsek terakhir yang tidur dengaku. Ina juga yang mengambilkan minuman dan yang membersihkan muntahan kebencianku pada seorang laki-laki brengsek yang sekarang entah dimana. Mungkin di neraka.

Ina jugalah yang menemaniku tidur sampai ku terbangun pada jam 3 pagi. Kami berbicara dari hati ke hati. Kami menatap bola mata masing-masing dengan penuh, uh, rasa kagum atau care mungkin?
Pertemuan itu selesai ketika aku harus pulang ke rumahku. Aku mengecup pipinya tanda terima kasih. Ia membalas kecupanku dan tersenyum menggoda.

Ina berjalan ke arahku. Dia melambaikan tangannya. Sesampainya di depanku, dia hanya memerhatikan wajaku dan tersenyum lembut.

Ina duduk di sebelahku. Kami terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing. Kami hanya menatap wajah satu sama lain, tidak ada yang berani membuka mulut.

Suasana hatiku sangat kontras dengan suasana yang meriah di dancefloor. Hatiku sangat damai dan sejuk menatap sepasang bola mata Ina. Ina bangkit dari tempat duduknya. Dia memegang tanganku dan mengecup rambutku. Dia berjalan ke arah keramaian dan tenggelam disana.
Hanya inilah rutinitasku tiap malam selama seminggu ini. Menikmati keramaian dalam
kesendirian sambil menatap wajahNya dan mengobrol seperlunya saja. Aku mengaguminya. Ina hanya seorang gadis yang baru berusia 16 tahun. Tapi dia sudah bekerja. Beda denganku yang hanya menghambur-hamburkan duit orangtuaku.

Aku kembali ke rumah. Tertidur pulas sambil memimpikan wajah lembut dan keibuan Ina di tempat tidur, tempat aku bercinta dengan si brengsek. Tiba-tiba aku kangen mommy.
Dulu mommy sangat dekat denganku. Mommy menemaniku tidur. Kita sering shopping bareng. Tapi sejak ku beranjak dewasa mommy lebih mementingkan karirnya daripada anaknya, yaitu aku.

Aku kangen mantan-mantanku. Aku rindu akan belaian kasih, perhatian dan cinta. Aku haus kasih sayang. Sejak putus dengan si brengsek, aku tidak pernah menjalani hubungan asmara apapun. Banyak yang mendekatiku, tapi aku tidak ingin bersamanya. Rata-rata semua mantan pacar dan ttm-ku dulu hanya menginginkan harta dan tubuhku. Kurang ajar ya? Tapi demikian pula aku juga sangat bodoh menginginkan mereka.

Jalan pikiran dan hidup memang rumit. Begitu pula sahabatku. Walau mereka sebenarnya tidak pantas disebut sahabat. Mereka hanya ada pada saat bersenang-senang. Di saat aku susah dan sedih mereka hilang tanpa jejak. Aku baru sadar tidak ada satupun makhluk hidup yang mencintaiku. Mereka cuma mencintai hartaku dan keindahan tubuhku.

Dulu, Ia, si brengsek itu mengatakan ia mencintaiku. Ia bilang Ia menerimaku apa adanya dan selalu mengatakan semua bullshit sampahnya. Bodohnya, aku percaya sampai aku pun memberikan sesuatu yang paling mahal kepadanya, keperawananku. Bodoh aku sangat teramat bodoh.

Tidak adakah yang bisa mencintaiku hanya sebagai aku? Tidak ada embel-embel kekayaan, harta, glamor dan sebagainya. Aku muak. Andaikan aku bisa memulai hidup baru. Dimana orangtuaku tinggal seatap dengaku. Rumah tidak perlu terlalu besar tetapi yang penting nyaman dan memang terasa seperti ‘rumah’. Dan juga mempunyai teman-teman yang senasib.

Yang juga bisa merasakan atau paling tidak mengerti kepahitan hidupku. Dan tentu juga seorang pasangan atau teman hidup. Aku tentu akan mencintainya entah dia laki-laki atau perempuan asal dia benar-benar mencintaiku apa adanya.

Mungkin semua orang mengira hidupku indah, hidupku perfect. Tapi nyatanya kebalikannya. Hidupku seperti panggung. Dimana aku harus memerankan peran yang baik dimata seluruh penontonnya.

Namaku Carmadilla. Aku seorang gadis berumur 15 tahun yang sudah tidak perawan. Menyedihkan, bukan? Dulu aku berpikir aku sangat hebat bila aku sudah berhubungan intim. Tapi aku menyesal.

Daddy adalah orang Inggris tulen. Mommy campuran Belanda-Indonesia. Daddy sangat teramat kaya. Mungkin karna itu mommy ingin menikah dengannya dan menghabiskan berjuta-juta rupiah ataupun dolar dalam sekejap.

Sifat mommy pun menurun padaku. Mereka menikah karna mommny mengandungku pada usia yang muda. Maka dari itu namaku Carmadilla yang diambil dari kata karma. Aku jelas tidak diinginkan. Aku sebuah kecelakaan.

Orangtuaku menikah berdasarkan nafsu dan bisnis. Mommy membantu melancarkan bisnis daddy. Entahlah mereka cinta atau tidak. Toh mereka tidak disini, yang penting bagiku aku bisa tetap hidup berkecukupan tanpa mereka.

Mereka berbisnis di luar negri. Mereka hanya mengirimiku uang untuk kemewahanku. Mereka hanya menelfon sesekali. Merea tidak mencintaiku karna mereka pun tidak menikah dengan cinta. Persetan kata cinta. Love is bullshit.

Aku terdiam di depan laptop. Telfon selularku berbunyi menandakan ada penelfon masuk. Aku mengangkatnya. Ternyata Ina. Hatiku bersorak. Dia menanyai kabarku. Dia juga bertanya apa boleh dia mengajak ku jalan. Tentu saja kau tahu jawabannya. Aku berkata ya dan menutup telfonnya. Aku berganti pakaian. Aku mengenakan tube top hitam dan short pants hitam. Aku juga membawa cardigan hitam dan memakai heels merah 7 senti-ku.

Aku menuruni tangga rumahku dan memutuskan untuk menunggu Ina di teras rumah. Ina datang dengan taksi. Kami pergi ke sebuah mall dengan mobil Jaguarku dan menghabiskan waktu disana. Berdua.

Aku menghirup dalam-dalam batang rokok yang kuhisap. Tetes demi tetes pun berjatuhan. Aku tidak terisak ataupun menjerit. Aku terdiam. Aku memandang langit yang semakin gelap dan matahari yang terbenam.

Mengapa?, aku bertanya. Dulu aku mengejek, memandang rendah mereka. Tetapi apa mungkin dalam waktu dekat ini aku akan menjadi salah satu di antara mereka? Aku bergidik. Tetapi aku juga tersenyum mengingat hal-hal kecil yang terjadi dengan dia. Dimana waktu dan keterbukaan sangat berharga.

Apa aku mencintai dia?........

Read more in [link]

  • Mood: Bliss
  • Reading: Pretty Little Liars

Devious Information

  • Current Age: 14 years young :-)
  • Current Residence: Cipete, Jakarta, Indonesia
  • Interests: pim blackeyeliner blacknailpolish guitar saturdaynights
  • Favourite movie: The Simpsons Movie!
  • Favourite band or musician: The Murder Robots Pee Wee Gaskins Uffie The Adams
  • Favourite poet or writer: Sitta Karina; Hilman-Boim; Agnes Jessica
  • Operating System: windows xp
  • Wallpaper of choice: the fckin hot guitarist!
  • Favourite game: truth or dare!
  • Favourite cartoon character: tweety
  • Tools of the Trade: nikon d40x adobe photoshop cs2

deviantART Notice

Devious Comments

~antiiiii:iconantiiiii: 3 days 1 hour ago
iya samsama!

--
you took a knife and carved your name in my heart, it left a mark but it's falling apart.
~jnc-ajeng:iconjnc-ajeng: 3 days 12 hours ago
Dengkyuu antiii :+fav:nyaa

--
Heeeeeeeeeey layla!
~antiiiii:iconantiiiii: 4 days 17 hours ago
samoy samoy hehe tengkyuuuuuuuu

--
you took a knife and carved your name in my heart, it left a mark but it's falling apart.
~terbangtinggi:iconterbangtinggi: 4 days 17 hours ago
antoy makasoy yoy udoy di watch heheh udoy diwatch balik tuh ti woh gallerynya :thumbsup: ;)

--
:camera:
~antiiiii:iconantiiiii: 6 days 13 hours ago
you're welcome :) i really :heart: the color!

--
you took a knife and carved your name in my heart, it left a mark but it's falling apart.
~antiiiii:iconantiiiii: 6 days 13 hours ago
you're welcome

--
you took a knife and carved your name in my heart, it left a mark but it's falling apart.
~digitalholic:icondigitalholic: 6 days 23 hours ago
Thank you for the :+fav: :)

--
CANON :camera:
:bulletred: AiKON PHOTOGRAPHY :bulletred:
~dvils:icondvils: May 10, 2008, 10:59:52 AM
:peace:

--
▬ The Dvil Syndicates © ▬

Darkbrown | Bestiole | Blackmilk
~antiiiii:iconantiiiii: May 9, 2008, 6:38:19 PM
you're welcome.

--
you took a knife and carved your name in my heart, it left a mark but it's falling apart.
~playcomputer:iconplaycomputer: May 8, 2008, 8:47:28 PM
hey thx for the :heart: :+fav:

--
i like :eatshit: and after that i go to toilet for :brushteeth:
=indonesia ~makassART
~antiiiii:iconantiiiii: May 8, 2008, 6:00:15 AM
you're welcome :hug:

--
you took a knife and carved your name in my heart, it left a mark but it's falling apart.
~antiiiii:iconantiiiii: May 4, 2008, 1:51:40 AM
you're welcome :hug:

--
you took a knife and carved your name in my heart, it left a mark but it's falling apart.
~antiiiii:iconantiiiii: May 2, 2008, 6:18:46 PM
iya sama2

--
you took a knife and carved your name in my heart, it left a mark but it's falling apart.
~antiiiii:iconantiiiii: May 2, 2008, 6:02:55 PM
ohya? namanya syp? kali aja gue tau hehe

--
you took a knife and carved your name in my heart, it left a mark but it's falling apart.
~sumasiapa:iconsumasiapa: May 1, 2008, 7:58:37 AM
ahaha makasi byk ya

--
hidup ~indonesia!!!

VISIT SUMA 2008
=redveil:iconredveil: May 1, 2008, 6:56:03 AM
adek gw anak smp binus jg,skrg kls 3 :)

--
:heart: ~rusdisanad
~antiiiii:iconantiiiii: May 1, 2008, 6:11:29 AM
iya sama-sama kak Ichel :D

--
you took a knife and carved your name in my heart, it left a mark but it's falling apart.
~antiiiii:iconantiiiii: May 1, 2008, 6:11:11 AM
iya sama-sama :D

--
you took a knife and carved your name in my heart, it left a mark but it's falling apart.
~antiiiii:iconantiiiii: May 1, 2008, 6:11:01 AM
iya gue anak smp binus hehe knp?

--
you took a knife and carved your name in my heart, it left a mark but it's falling apart.
~antiiiii:iconantiiiii: May 1, 2008, 6:10:49 AM
sama-sama :)

--
you took a knife and carved your name in my heart, it left a mark but it's falling apart.
~antiiiii:iconantiiiii: May 1, 2008, 6:10:38 AM
sama-sama :)

--
you took a knife and carved your name in my heart, it left a mark but it's falling apart.